Simulator Raster vs Vektor
Bandingkan kualitas kerapatan piksel (*Bitmap*) dengan kelenturan koordinat matematika (*Vektor*) secara interaktif.
Papan Kendali Zoom
Pilih bentuk gambar preset atau unggah gambar raster Anda sendiri, lalu geser tuas perbesaran ke nilai ekstrim.
Unggah Gambar Anda (JPG/PNG)
Otomatis di-raster untuk pengujian perbesaran
Kurikulum DKV: Selalu gunakan bentuk vektor untuk rancangan karya identitas (Logo) agar bebas direproduksi tanpa batas resolusi media.
MODUL 2: PEN TOOL & RUMUS KURVA BEZIER
Geser node jangkar titik awal/akhir berwarna putih bulat, atau tarik lengan kendali (*Control Point*) berwarna magenta di bawah untuk menguji pergerakan elastis kurva vektor.
RANGKUMAN TEORI DKV
Cara Kerja Bezier Curve:
Kurva Bezier diciptakan oleh matematikawan **Pierre Bézier** untuk desain bodi mobil Renault. Rumus ini menghubungkan titik awal (Anchor) ke titik akhir dibantu titik penarik (Control Points). Lengan kendali menentukan kemiringan lengkungan secara akurat.
Keunggulan Gambar Vektor:
File vektor tidak menyimpan data jutaan warna per pixel, melainkan baris kode instruksi teks. Oleh sebab itu, ukuran berkas vektor logo jauh lebih kecil (dalam Kilobyte) namun memiliki kegunaan kelenturan cetak tak terbatas.
Kapan Harus Menggunakan Raster?
Vektor sangat tidak cocok untuk detail foto manusia/pemandangan alam yang memiliki gradasi warna miliaran rona secara acak. Raster (Bitmap) tetap menjadi pilihan mutlak untuk reproduksi fotografi.
Semua logo terkenal di dunia (Apple, Nike, FedEx) disimpan dalam format biner kurva vektor. Hal ini menjamin konsistensi visual saat dipasang dari kop surat kecil hingga stiker gedung.